Bekasi Summiter

Fun Hiking Education: "Now, Women No Cry!"

Kamilah Kebersamaan Itu

Rinjani #3726mdpl

Mount Everest BaseCamp Nepal 14 Day

Tampilkan postingan dengan label Social. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Social. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2015

Muara Gembong; Bekasi Itu Indah!

Belakangan ini Bekasi menjadi perbincangan hangat di dunia maya maupun nyata, tidak sedikit pula yang mencemoh Bekasi sebagai suatu wilayah yang memiliki infrastruktur kurang baik. Hal ini dirasakan oleh banyak orang-orang yang berkunjung ke Bekasi. Kini munculah pertanyaan sebagai warga Bekasi tentang apa yang menjadi kebanggaan Masyarakat Bekasi ? Yuk kita lirik daerah paling ujung Kabupaten Bekasi ini, yakni Muara Gembong. Ada apa sih di Muara Gembong?

Muara Gembong yang berada sangat jauh dari hiruk pikuk kota Bekasi sendiri dikelilingi oleh lahan perairan laut Jawa yang luas dan terhimpit di antara Jakarta Utara dengan Kabupaten Karawang. Kecamatan ini terletak 64 km dari pusat Kota Bekasi. Tak kurang dari empat jam diperlukan untuk menempuh perjalanan dari kota Jakarta dan sekitar dua setengah jam dari Kota Bekasi. Sebagian besar penduduk Muara Gembong bermatapencaharian sebagai nelayan, menangkap ikan, kepiting dan juga udang untuk dijual ke Jakarta khususnya ke daerah Cilincing, Ancol, dan Muara Angke. 

Kecamatan ini terdiri dari enam desa, Jayasakti seluas 220 hektaree (Ha), Pantai Mekar 235 Ha , Pantai Sederhana 65 Ha, Pantai Bahagia 265 Ha, Pantai Bakti 2,90 Ha, dan Pantai Harapan Jaya dengan lahan terluas 275 Ha. Kawasan pemukiman penduduk pinggir laut dengan luas lahan keseluruhan 14.009 hektare tersebut didominasi oleh lahan perairan. Tambak perikanan yang mencakup lahan seluas 10.125 Ha menjadi mata pencaharian utama 60 persen dari total kepadatan penduduk 36.181 jiwa. Sisanya bekerja dengan menjadi petani darat, mengelola lahan pertanian kering seluas 60 Ha. Lahan kritis di Muara Gembong telah dolah dengan budidaya pertanian seluas 512 Ha.

Muara Gembong terkenal dengan potensi alamnya, muara ini adalah habitat ikan bandeng yang sangat diminati oleh warga Jakarta karena dagingnya yang tidak bau, hal itu dikarenakan “bandeng gembong” diberikan pakan ikan yang alami. Selain bandeng, kepiting dari Muara Gembong juga terkenal di Jakarta, kemudian “Terasi Jembret”, terasi yang diolah secara alami oleh beberapa penduduknya. Beberapa istri nelayan mengolah udang rebon yang didapat dari laut untuk dijadikan terasi. Penduduk di Kecamatan Muara Gembong didominasi dengan etnis Jawa, kebanyakan mereka menggunakan bahasa Melayu. Bahasa Sunda juga menjadi bahasa sehari-hari mereka, selain bahasa Melayu. Di Desa Pantai Mekar saja sudah terdapat Puskesmas dan Kantor Dinas Kesehatan, selain itu tiga buah gedung Sekolah Dasar Negri (SDN), satu gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan dua buah gedung Sekolah Menengah Atas (SMA) juga telah mendukung dan melengkapi aspek pendidikan warganya.

Namun……

Muara Gembong yang dahulunya terdapat kawasan hutan bakau yang sangat melimpah, kini telah berubah di karenakan penduduknya yang serakah dan mulai menebang hutan untuk dijadikan tambak ikan. Awalnya, panen ikan melimpah. Tapi seiring perubahan dari waktu ke waktu, daerah pesisir dari muara gembong mulai mengalami abrasi air laut. Hal itu diakibatkan karena kurangnya pengetahuan tentang Hutan Bakau sebagai penyanggah daratan di pesisir pantai yang oleh masyarakat setempat dijadikan lahan tambak ikan. Dua puluh tahun yang lalu, di pesisir Muara Gembong Kabupaten Bekasi begitu mudah mendengar sahutan lutung di kala pagi, tak sulit melihat binatang berbulu lebat ini menarik kepiting dengan menjuntaikan ekornya ke dalam air laut di pesisir pantai. Bak pemancing, dengan ekornya itulah kepiting dibanting ke pohon bakau hingga tidak berdaya dan kemudian menjadi makanannya.

Kini, sudah tak terdengar lagi teriakan khasnya dari spesies ini. Tempat itu sudah terasa sunyi, tak terlihat lagi binatang jenaka ini menjumput daging kepiting. Tak ada lagi binatang berbahasa latin trancypitecus auratus ini. Mereka seperti tenggelam oleh hantaman ombak pesisir. Nah teman-teman, mulai dari sekarang kita mencoba peduli terhadap lingkungan kita sendiri, khususnya wilayah Bekasi. 

Yuk, kita memberikan contoh untuk mereka yang belum mengetahui arti pentingnya sebuah lingkungan untuk kehidupan dengan ikut berperan dalam menjaga dan melestarikan wilayah kita sendiri. AKU TAHU, BEKASI ITU INDAH !

sumber: www.menujujauh.com

Sumber: www.menujujauh.com

Sumber: www.menujujauh.com

sumber: www.menujujauh.com



Jumat, 11 April 2014

Surat Cinta TALAGO

Surat Cinta ini dibacakan saat Event Earth Hour
Bekasi Square
Sabtu, 29 Maret 2014




Dear Kakak-kakak Tercinta…

Hai kak, bagaimana kabarmu hari ini? 
Semoga baik-baik saja, yaa..

Kak, izinkan kami bercerita..
Kakak tahu siapa kami? Kami adalah siswa-siswi dari SDN 04 Pantai Bahagia, Muara Gembong. Kakak tahu dimana letak sekolah kami? Atau, Kakak tahu dimana itu Muara Gembong? 

Kami kasih tau yaa, kak.. 
Muara Gembong itu masih termasuk dalam wilayah Kabupaten Bekasi, kak. Jika kakak kesini, kakak harus menempuh perjalanan selama ±3jam sejauh puluhan kilometer. Dan kendaraan yang bisa kakak gunakan hanya kendaraan pribadi. Itu pun tidak semua jenis, kak.. Lalu untuk menjangkau sekolah kami, kakak harus menggunakan kapal untuk menyebrang sungai kebanggaan kami kak, Sungai Citarum.

Tapi saat ini yang ingin kami ceritakan bukanlah tentang perjalanan ke sekolah kami. Tapi tentang bagaimana sekolah kami ya, kak.. Dengarkan ya kak :)

Yaa, sekolah kami sama seperti sekolah Negeri pada umumnya. Hanya saja mungkin kami sedikit kurang beruntung. Letak sekolah yang berdekatan dengan pantai menyebabkan kami harus rela menerima kiriman air secara tiba-tiba disetiap bulannya.. Kakak tahu itu air apa? Itu adalah air rob kak.. Air laut yang meluap dan menyebabkan sekolah kami banjir. Kedatangan tamu setiap bulan itulah yang membuat sekolah kami istimewa. Lapangan sekolah yang seharusnya bisa kami gunakan untuk berbagai kegiatan tidak bisa kami pakai karena kondisinya lebih sering tergenang air, kak.  

Tapi itu semua tidak membuat kami malas untuk ke sekolah. Kami tetap bangga karena masih ada yang peduli terhadap sekolah kami. Itu membuat kami semangat pergi ke sekolah, kak..

Dan tahukah kakak, akhir bulan Februari lalu ada sekelompok kakak yang baik hatinya mengunjungi kami. Mereka datang ke sekolah kami dan mengajak kami bermain sambil belajar. Mereka membuat sebuah kegiatan yang diberi nama TALAGO (Taman Belajar Muara Gembong).


Adik-adikmu di SDN 04 Pantai Bahagia Muara Gembong



Siapa kakak ini?
Kenapa mau ke sekolah kami??

Mereka memperkenalkan diri dan mengajak kami joget bersama, Kak!!! Yeeeaaayy!!

Kami diberi name tag untuk kami tuliskan nama kami masing-masing, kak. Kemudian kami diajak bermain dengan bahasa inggris. Itu menyenangkan sekali, kak..

Banyak sekali kami bermain dan semuanya seru sekaliii, kak.. :D Banyak dari kami yang beberapa kali salah dan tidak membuat kami takut kak untuk mencoba lagi. Karena kakak selalu tersenyum dan memeluk kami, kak.. Kami semua sayang sama kakak.. :’)  

Waktu menunjukkan semakin siang.. Kami pun berterima kasih kepada kakak Talago, karena kami senang hari ini.. Sebelum kami pulang ke rumah, kakak Talago mengajak kami berdoa. Saat itu yg memimpin doa adalah salah satu teman kami.. 


Nah kak, setelah mendengar cerita kami ini, apa kakak tertarik untuk mengunjungi kami juga?

Ayo kaak, kunjungi kamii..
Bergabung bersama kakak Talago untuk mengunjungi kami dan belajar sambil bermain bersama kami. Pasti kami akan semakin senang jika kakak Talago yg datang mengunjungi kami semakin bertambah.. 


Sekian dulu yaa kak cerita kami, lain waktu kita lanjutkan kembali ceritanya.. Salam rindu dari kami, kak.. Kami tunggu kehadiran kakak semua di sini, di tempat kami.. 


Tertanda,
Adikmu di SDN 04 Pantai Bahagia, Muara Gembong


Volunteer
Taman Belajar Muara Gembong (TALAGO)

Senin, 17 Maret 2014

TALAGO - Taman Belajar Muara Gembong





Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi telah kehilangan 3 desa akibat abrasi air pantai ini membutuhkan perhatian khusus dari para aktifis Independen maupun Instansi Swasta dan Pemerintah untuk segala sektor kehidupan alam dan masyarakatnya. Atas dasar itu pula Bekasi Summiter berencana memberikan kesadaran dan perhatiannya di bidang Pendidikan Nonformal dengan menggalang dana dari para Donatur dan aktifis dimanapun berada untuk merintis dan menyelenggarakan program yang bernama Taman Belajar Muara Gembong (TALAGO) di SD Negeri 04 Pantai Bahagia Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

TALAGO adalah sebuah kegiatan edukasi yang bertujuan sebagai pengasah kreatifitas anak agar dapat berpikir cerdas dan mampu mencipatakan sebuah perubahan kecil untuk daerahnya sekaligus memperkenalkan potensi alam Muara Gembong ke seluruh masyarakat Bekasi agar mau melakukan sebuah upaya kecil untuk alam.

Kami harap masyarakat dalam atau luar Bekasi mau bersama-sama bertindak sebagai pengajar dengan memberikan ilmu ilmu yang bermanfaat kepada anak-anak desa Pantai Bahagia dan pemelihara alam dengan turun langsung untuk memelihara lingkungan daerah sekitar Muara Gembong dengan cara menanam mangrove. Agar desa-desa Muara Gembong tidak terus menjadi imbas dari abrasi pantai yang sering terjadi. Serta menjadikan Muara Gembong sebagai objek wisata yang berpotensi di daerah Bekasi

Dan TALAGO merupakan kegiatan yang terbuka untuk umum bagi pemuda-pemudi Bekasi yang mau berpartisipasi.

Kami juga menerima bantuan berapa pun dan dalam bentuk apapun dalam kegiatan ini. 




Untuk lebih lengkapnya bisa lihat proposal kami di link ini:
Draft Proposal Talago.doc


form pendaftaran pengajar bisa di download disini:
http://www.4shared.com/file/oa8B1R28ce/FORM_PENDAFTARAN_PENGAJAR_TAMA.html



Contact Person :

Nindy - 085778671724
talagobekasi@gmail.com